Kamis, 17 Januari 2019
Farewell Letter For Loved Ones
Hallo. Aku gatau harus mulai darimana, yg aku tahu, aku sayang kamu.
Cinta, cinta itu apa sih? Awalnya aku gatau apa cinta itu sebetulnya, aku belom pernah ngerasain arti cinta sebenarnya. Semua berawal dari Cuma pulang bareng. Saat itu aku gapernah mikir bakal dapet perjalanan sejauh ini sama kamu, perjalanan yg membuat aku mengerti apa itu cinta.
12 Mei 2016 aku memberanikan diri untuk mengutarakan isi hati ke dia dan disinilah perjalanan di mulai. Banyak hal yg kita lalui bersama, dari suka maupun duka. Dia membuat hari hariku berwarna, membuat Line dan WhatsApp ku tidak pernah sepi, membuat isi galeriku penuh dengan foto selfie dia.
Dia adalah orang yg selalu aku banggakan, di depan teman temanku, di depan keluargaku dan orang orang diluar sana. Aku sangat bangga memiliki dia di hidupku, orang yg selalu mengerti aku dalam keadaan apapun. Aku sangat mencintainya walaupun ia sering sekali menggangguku saat bermain game, selalu bawel kalo aku lagi jauh darinya. Orang yg paling gamau kalo di tinggal kalo lagi dikosan dia, selalu manja minta di peluk, minta di elus elus, minta di pijitin. Yg selalu marah kalo duel maen game sama aku trus dia kalah. Orang yg paling seneng maskerin muka aku, apalagi pas nyabutnya. Kalo lagi nongkrong bareng temen temen, pesen makannya sedikit, tapi kalo berdua pesen makannya banyak banget.
7 November 2018 sebuah kesalahanku membuat kita berpisah. Aku akui, aku salah tentang segalanya, karena aku terlalu terbawa efek alkohol dan terlalu egois untuk menenangkan diri. Aku telah mencoba segala cara untuk membuatnya kembali, namun semua sia sia. Perjuanganku untuk mendapatkan kesempatan kedua tak pernah terkabulkan. Emang bener ya, yg namanya penyesalan selalu datang terakhir.
Kamu tau, apa yg membuatku menyesal? Seharusnya malam itu aku memelukmu saat air mata mengalir di pipimu, mungkin kita takkan pernah berpisah, setiap malam aku menyesali itu. Kamu tau kenapa aku bisa sampai segininya memperjuangkan kamu? Karena aku sudah malas dengan memulai semua dari awal, harus menyesuaikan diri lagi, harus sok jaim dengan orang yg baru. Kamu tau apa yg membuat aku kecewa terhadapmu? Kita sudah membuat komitmen untuk membangun sebuah rumah tangga, membeli sebuah rumah dan mempunyai kehidupan yg indah bersama. Biarlah, biarkan ini menjadi cerita perjalanan hidup aku.
Memang benar, penyebab kita putus itu adalah aku, itu kesalahanku, tapi itu menjadi pilihanmu untuk tidak kembali bersamaku, melanjutkan mimpi besar yg pernah kita buat, menepati janji janji yg pernah terucap. Semoga kamu tidak menyesal, aku mendoakanmu disini.
Yang selalu aku pertanyakan adalah, apakah pantas tak ada maaf darimu? Apakah pantas tak ada kesempatan lagi untukku?
Aku minta maaf untuk semua kesalahan yg pernah aku perbuat, segala kata kata kasar yg pernah terucap saat aku emosi dan saat terakhir kita bertemu, untuk semua janji yg belum bisa aku tepati. Aku berjanji akan melanjutkan hidupku meski tanpamu. Ku doakan yg terbaik untukmu, sehat selalu, bahagia selalu, bahagiakan pasanganmu dan jangan kecewakan dia ketika kamu sudah membuat sebuah komitmen dengannya. Kamu sudah membuat keputusan untuk bersamanya, yg semoga kamu tidak akan menyesali jalanmu.
Aku mau kamu kembali ceria, tidak menutup diri seperti sekarang. Kembalilah menjadi orang yg ceria, orang yg aku kenal saat itu.
Aku akan selalu mengingatmu sebagai orang yg mengajarkanku bagaimana rasanya jatuh cinta, mengajarkanku sebuah kesabaran dan mengajarkanku rasa sakit. Tidak mudah untuk melepasmu, walau sebenarnya aku tak ingin menyerah untuk tetap bisa bersamamu tapi keadaan membuatku menyerah.
Terima kasih karena sudah menjadi orang yg pernah ada di kehidupanku, membuat indah di setiap detik di hidupku.
I love you to the moon and back, I just wanted you to know that every time you run, I will be right here waiting. I hope you know that I always missed you. I wish you could save me because there is something lost inside.
I’ve got a lot to talk about if you still wanna listen or if you even care.
I gave you everything, I never thought we would ended up like this.
Aku post beberapa foto yg mungkin bisa mengingatkanmu betapa bahagianya kita dulu.
Would you still love me in the morning? Not today, not tomorrow, maybe next time or never at all.
I love You, Nur.
Would you still love me in the morning?
I love you, Nur.
Langganan:
Postingan (Atom)











