Paragraf diatas merupakan pertanyaan sering kali mereka (yg mengalami hal serupa) tanyakan pada diri mereka sendiri. Apakah mereka tidak berfikir dampak akan perceraian mereka ?Seegois itukah mereka tega menghancurkan indahnya sebuah hubungan keluarga ?ini yg akan gua bahasa kali ini.
Memang sangat menyedihkan untuk siapapun yg pernah merasakannnya. Ini merupakan hal yg sulit diterima bagi mereka yg dulunya amat sangat erat dengan keluarga, dan ini sangat berbeda dengan mereka yg kehilangan/berpisah dengan orang tuanya karena meninggal. Mereka yg kehilangan/berpisah dengan anggota keluarganya karena meninggal mereka lebih bisa berfikir logis, ini semua sudah kehendak Tuhan. Apakah sama dengan mereka yg berpisah karena perceraian ?Tidak jawabannya.
Mereka yg bercerai, tidakkah mereka berfikir untuk melihat masa depan anak anaknya kelak ?Apalagi mereka yg masih mempunyai anak kecil. Mereka yg biasa bersama sama dengan Ibu/Ayahnya tidak bisa lagi melihat mereka saat mereka terbangun dari tidur lelapnya. Mereka yg biasa bermain, bercanda bersama Adik/Kakaknya tidak lagi bisa melihat senyum manisnya saat bermain bersama. Semua akan berubah karena perceraian.
Ketika mereka besar nanti tanpa bimbingan dan nasihat dari kedua orang tua ini, mau jadi apakah mereka ?Banyak dampak pada anak anak mereka karena perceraian. Dari yg tadinya tidak merokok jadi merokok, dari yg tadinya tidak mabuk jadi pemabuk dan seterusnya. Itu merupakan dampak yg terjadi akibat sebuah perceraian, apalagi saat ia beranjak dewasa, saat ia masih 'labil' dalam mengambil sebuah keputusan. Bisa jadi mereka akan terjerumus dilubang yg salah.
Ya ini pun merupakan takdir dari Tuhan, tapi takdir kan bisa dirubah, apa mereka tidak mencoba untuk megubah takdirnya terlebih dahulu ?
Sulit untuk 'menghukum' siapa yg bersalah atas terjadinya perceraian ini, tapi yg jelas perceraian akan mengubah segalanya. Jadi untuk para pembaca yg berniat untuk bercerai, urungkan lah niat kalian untuk melakukan itu, karena itu semua akan berdampak kepada anak anak kalian.
Tips untuk kalian yg menjadi "korban" atas perceraian,
- Cobalah untuk berbicara pada kedua orang tuamu, apakah masalah tersebut masih bisa dibicarakan secara baik baik atau tidak.
- Mencari solusi terbaik untuk mereka berdua, terutama untuk keluarga mereka.
- Jika sudah terlambat untuk berbicara dengan mereka, buat lah sebuah perjanjian tidak akan penah memutuskan tali silaturahmi antara satu dan yg lain.
- Usahakan bagi mereka yg mempunyai anak terutama yg mempunyai anak lebih dari satu, agar tidak memisahkan mereka. Dengan memisahkan mereka, itu akan memutus semangat mereka untuk berfikir bahwa "tidak terjadi apa apa" dalam keluarga mereka itu.
Berbahagia lah kalian yg masih memiliki keluarga yg lengkap, dengan begitu kalian masih merasakan indahnya, hangatnya, manisnya kasih sayang dari keluarga dan itulah maksud dari kalimat "Home Sweet Home". Usahakan untuk kalian jangan pernah melewatkan sedetik pun hangatnya kasih sayang kedua rang tua kalian, karena kalian akan merindukan itu jika mereka sudah tiada.
Sekian untuk postingan kali ini, semoga bermanfaat untuk kalian yg pernah merasakan hal pahit seperti ini dan untuk mereka yg berniat untuk bercerai. Grazie.